
Bugis : Bahasa Bugis merupakan bahasa yang bertanah asal di Sulawesi Selatan. Bahasa Bugis terdiri atas dua puluh tujuh dialek. Dialek-dialek tersebut adalah (1) dialek Bone, (2) dialek Pangkep, (3) dialek Makassar,(4) dialek Pare-Pare, (5) dialek Wajo, (6) dialek Sidenreng Rappang, (7) dialek Sopeng, (8) dialek Sinjai, (9) dialek Pinrang, (10) dialek Malimpung, (11) dialek Dentong, (12) dialek Pattinjo, (13) dialek Kaluppang, (14) dialek Maiwa, (15) dialek Maroangin, (16) dialek Wani, (17) dialek Bugis Kayowa, (18) dialek Buol Pamoyagon (Bugis Pomayagon), (19) dialek Buol Bokat (Bugis Bokat), (20) dialek Jambi, (21) dialek Kalimantan Selatan, (22) dialek Lampung, (23) dialek Sulawesi Tenggara, (24) dialek Bali, (25) dialek Sulawesi Tengah, (26) dialek Riau, dan (27) dialek Kalimantan Timur.
Konjo : Bahasa Konjo dituturkan oleh masyarakat yang berada di Desa Bira, Ara, Kecamatan Bonto Bahari dan Desa Possi Tanah, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.
Makassar : Bahasa Makassar terdapat di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Maros, Pangkajene Kepulauan, Kepulauan Selayar, dan Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.Sumber:
- Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan
REKOMENDASI
Berada di Jl. Karaeng Dea Dg. Lita, kampung Lingkungan Jalayya, kelurahan/desa Tana Jaya, kecamatan Kajang. Sistem pembuatan makam Dea Dg. Lita pada bagian depan berbentuk benteng berundak-undak terdiri dari 10 lapisan batu bersusun di dalamnya terdapat beberapa buah makam yang terbuat dari batu padas. Orientasi makam utara-selatan. Ragam hias makam berupa sulur-suluran, kaligrafi dan lontara, dengan nisan bentuk gada, phallus dan menhir dengan tinggi 190 cm dari dasar makam
Berada di Jl. Karepo & Setapak, kampung Bajeng, kelurahan/ desa Gunturu, kecamatan Herlang. Makam ini tipe susun timbun terdiri dari 11 lapisan. Ukuran makam tinggi 1,6 m. Nisan makam ini berbentuk balok persegi empat dengan hiasan sirip ikan, tinggi 1,85 m.Hiasan lain pada nisan ini adalah hiasan kembang, daun dan tulisan arab
Berada di kampung Hila- Hila, Kel/Desa Eka Tiro, Kecamatan Bonto Tiro. Makam Datuk Tiro menempati lahan seluas 695 m2, berorientasi utara-selatan, berukuran panjang 2,90 m dan lebar 2 m. Nisannya terbuat dari kayu raja dengan ornamen hias tumpal. Bentuk asli makam ini berupa batu kali yang belum dipahat, disusun membentuk segi empat panjang, memiliki cungkup dan dipagar menggunakan bambu yang telah dianyam. Makam ini telah dipugar sehingga mengalami perubahan.
Sampaikan melalui kanal resmi WBS dan PPID Bulukumba. Setiap laporan dijamin kerahasiaannya dan langsung ditindaklanjuti secara akuntabel.