Pemberitaan terkini seputar kebijakan pemerintah, kemajuan pembangunan daerah, ekonomi maritim, dan dinamika sosial kemasyarakatan Kabupaten Bulukumba.
Bulukumba memiliki berbagai wisata alam pantai yang begitu memukau. Disana juga terdapat berbagai wisata lainnya yang menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Bulukumba juga memiliki sebuah bangunan Masjid yang begitu megah. Masjid tersebut bernama masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba.
Berada di kampung Hila- Hila, Kel/Desa Eka Tiro, Kecamatan Bonto Tiro. Makam Datuk Tiro menempati lahan seluas 695 m2, berorientasi utara-selatan, berukuran panjang 2,90 m dan lebar 2 m. Nisannya terbuat dari kayu
Nggak cuma kue uhu, Bolu Peca juga cocok kamu jadikan oleh-oleh kuliner khas Bulukmuba. Punya bentuk dan tekstur mirip bolu kebanyakan, keistimewaan Bolu Peca ada pada toppingnya. Yes, bolu ini dilumuri campuran gula merah dan vanili cair yang dibiarkan mengering sebagai topping. Rasanya? Wah, super enak!
Kamu yang tinggal di Jawa mungkin udah akrab dengan bubur dari beras. Namun di Bulukumba, bubur berbahan Jagung lah yang banyak dibuat. Punya nama Barobo, bubur ini merupakan makanan khas orang Bulukumba yang harganya sangat terjangkau. Hanya berkisar 13-20 rb per porsi tergantung lauk yang dipesan. Yes, lauknya emang bisa kamu pilih. Sebab, bubur ini bakal makin enak dimakan bareng lauk ikan asin, kacang, dan berbagai sayuran lain.
Kalau yang satu ini cocok banget buat kamu yang sedang melakukan aktifitas dan butuh camilan. Uhu-uhu merupakan adonan tepung yang dibentuk jaring-jaring lalu dilumuri gula merah setelah digoreng. Rasanya yang manis dan renyah inilah yang menjadi ciri khas dari kue ini. cocok banget kan buat refrensi oleh-oleh dari bulukumba
Pernah tau Coto Makassar? Rasanya yang gurih dengan daging dan jeroan sapi yang selalu bikin nagih ini emang jadi andalan kota Makassar. Namun, kalau kamu ke Bulukumba, mungkin kamu akan lebih banyak menemukan Coto Kuda daripada Coto Makassar. Makanan yang memang cuman ada di Bulukumba ini punya tekstur daging kuda yang lebih keras dari sapi. Tapi jangan salah, Coto Kuda ini justru terkenal lebih gurih dan lebih 'nendang' dari Coto Makassar.
Warna hitam melekat dengan penduduk di desa ini. Bagi mereka, warna tersebut merupakan filosofi hidup. Saat masuk ke kawasan ini, kamu akan melihat panorama tanah bebatuan dan pohon yang rimbun. Bentuk rumahnya sama dan menghadap ke satu arah. Selain itu juga, kawasan ini tidak tersentuh dengan teknologi, bahkan listrik sekalipun. Desa ini juga sangat menjunjung tinggi etika kesopanan.
Objek wisata ini terletak di Bonto Bahari, tepatnya sebelum Pantai Bira. Pantainya bersih dengan pasir putih dan beningnya air laut. Objek wisata ini juga menghadap ke arah timur, sehingga sangat cocok untuk menikmati indahnya sunrise di pagi hari. Ingin tinggal lebih lama? Ada banyak penginapan di sekitarnya, kok.
Taman Cekkeng terletak di Kelurahan Ela-Ela dan menjadi tempat favorit untuk menghabiskan akhir pekan. Pemandangannya juga menarik untuk dijadikan latar bernarsis ria kamu. Beragam aktivitas seperti olahraga, bermain, ataupun piknik. Selain itu, kamu tak perlu khawatir kelaparan. Sebab berbagai jajanan tradisional banyak dijajakan di sini. Seperti pisang goreng, sup ubi, dan juga sarabba’.
Gua Passohara berada di sekitar kawasan Pantai Mandala, tepatnya di Desa Lembanna. Medan perjalanannya cukup terjal dengan bebatuan licin sedalam 30 meter. Di ujung gua terdapat sumber mata air yang diperkirakan berumur ratusan tahun dan sering digunakan oleh warga sekitar. Objek wisata ini cukup minim untuk urusan pencahayaan, jadi jangan lupa membawa senter saat ke sini ya.
Objek wisata ini terletak di Desa Darubiah, tepatnya di belakang Pantai Bara. Masih banyak wisatawan yang belum tahu keberadaan pantai ini. Jadi, pemandangannya dijamin masih asri dan jauh dari campur tangan manusia. Hamparan pasir putihnya tak begitu luas, namun dikelilingi oleh tebing yang membuatnya terlihat lebih menawan. Selain itu, pemandangan bawah lautnya juga tak boleh dilewatkan.
ebun karet ini sudah ada sejak tahun 1918 dan telah dijadikan lokasi agrowisata di Bulukumba. Tak jarang tempat ini dijadikan latar berswafoto ria oleh wisatawan. Jejeran pohonnya terbentang di sekitar Desa Bontomanai, Bontomangiring, dan Tammatto. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan langsung proses panennya.