Pemberitaan terkini seputar kebijakan pemerintah, kemajuan pembangunan daerah, ekonomi maritim, dan dinamika sosial kemasyarakatan Kabupaten Bulukumba.
Nggak cuma kue uhu, Bolu Peca juga cocok kamu jadikan oleh-oleh kuliner khas Bulukmuba. Punya bentuk dan tekstur mirip bolu kebanyakan, keistimewaan Bolu Peca ada pada toppingnya. Yes, bolu ini dilumuri campuran gula merah dan vanili cair yang dibiarkan mengering sebagai topping. Rasanya? Wah, super enak!
Kamu yang tinggal di Jawa mungkin udah akrab dengan bubur dari beras. Namun di Bulukumba, bubur berbahan Jagung lah yang banyak dibuat. Punya nama Barobo, bubur ini merupakan makanan khas orang Bulukumba yang harganya sangat terjangkau. Hanya berkisar 13-20 rb per porsi tergantung lauk yang dipesan. Yes, lauknya emang bisa kamu pilih. Sebab, bubur ini bakal makin enak dimakan bareng lauk ikan asin, kacang, dan berbagai sayuran lain.
Kalau yang satu ini cocok banget buat kamu yang sedang melakukan aktifitas dan butuh camilan. Uhu-uhu merupakan adonan tepung yang dibentuk jaring-jaring lalu dilumuri gula merah setelah digoreng. Rasanya yang manis dan renyah inilah yang menjadi ciri khas dari kue ini. cocok banget kan buat refrensi oleh-oleh dari bulukumba
Pernah tau Coto Makassar? Rasanya yang gurih dengan daging dan jeroan sapi yang selalu bikin nagih ini emang jadi andalan kota Makassar. Namun, kalau kamu ke Bulukumba, mungkin kamu akan lebih banyak menemukan Coto Kuda daripada Coto Makassar. Makanan yang memang cuman ada di Bulukumba ini punya tekstur daging kuda yang lebih keras dari sapi. Tapi jangan salah, Coto Kuda ini justru terkenal lebih gurih dan lebih 'nendang' dari Coto Makassar.
Berada di Jl. Karaeng Dea Dg. Lita, kampung Lingkungan Jalayya, kelurahan/desa Tana Jaya, kecamatan Kajang. Sistem pembuatan makam Dea Dg. Lita pada bagian depan berbentuk benteng berundak-undak terdiri dari 10 lapisan batu bersusun di dalamnya terdapat beberapa buah makam yang terbuat dari batu padas. Orientasi makam utara-selatan. Ragam hias makam berupa sulur-suluran, kaligrafi dan lontara, dengan nisan bentuk gada, phallus dan menhir dengan tinggi 190 cm dari dasar makam
Berada di Jl. Karepo & Setapak, kampung Bajeng, kelurahan/ desa Gunturu, kecamatan Herlang. Makam ini tipe susun timbun terdiri dari 11 lapisan. Ukuran makam tinggi 1,6 m. Nisan makam ini berbentuk balok persegi empat dengan hiasan sirip ikan, tinggi 1,85 m.Hiasan lain pada nisan ini adalah hiasan kembang, daun dan tulisan arab
Berada di kampung Hila- Hila, Kel/Desa Eka Tiro, Kecamatan Bonto Tiro. Makam Datuk Tiro menempati lahan seluas 695 m2, berorientasi utara-selatan, berukuran panjang 2,90 m dan lebar 2 m. Nisannya terbuat dari kayu raja dengan ornamen hias tumpal. Bentuk asli makam ini berupa batu kali yang belum dipahat, disusun membentuk segi empat panjang, memiliki cungkup dan dipagar menggunakan bambu yang telah dianyam. Makam ini telah dipugar sehingga mengalami perubahan.
Lepang Passea Secara administrasi masuk dalam wilayah desa Ara, kecamatan Boto Bahari. Leang Passea merupakan gua alam dan di dalamnya ditemukan tulang-tulang dan tengkorak manusia serta beberapa buah peti (erong) yang sudah rusak. Sementara, erong yang masih utuh berukuran panjang 3,30 m dengan lebar 40 cm.
Kompleks Makam Petta Matinroe Ri Tasi’na berada di Jl. K.H. Agus Salim, Kelurahan Kasimpureng, Kecamatan Ujung Bulu. Makam kuno yang teridentifikasi pada lahan pemakaman tersebut sebanyak sebelas makam yang bercampur dengan makam lainnya yang relatif baru. Material makam terbuat dari papan batu batu padas, membentuk kotak berundak.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyampaikan informasi resmi terkait Infografis Kependudukan.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyampaikan informasi resmi terkait Infografis Pendidikan Rakyat.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyampaikan informasi resmi terkait Infografis Kesehatan Rakyat.